Belajar, baca dan simak. Itu yang selalu harus ditanamkan dibenak saya. Kadang mata sudah lima watt, tapi selalu dan wajib baca buku walau hanya selembar. Memang namanya mata kalau sudah disuruh baca mesti ngantuk. Tapi kalau nonton film apalagi bagus , hmm rajanya deh..

Sudah lama gak posting maklum sedang menyesuaikan dengan kegiatan baru seperti, mengajar kembali, belajar mengaji dan mengikuti pengajian serta memberi les. Juga tidak lupa sama si bungsu yang luar biasa cemburu ketika mamanya mulai punya kegiatan kembali.

Hari ini aku ceritain awal mengajar kembali ya…

Awalnya saya mulai mengajar lagi, waktu yang kesekian kalinya saya main ke sekolah biasa mencari informasi tentang sekolah persamaan. Pak Wasna, wakil kepala sekolah meminta saya mengajar kembali dan ini memang sangat urgent, dikarenakan guru satu persatu mulai berhenti. Ya memang diakui mengajar disekolah ini memang bukan untuk mengejar materi tapi ibadah kata teman guru, tapi kalau menuut pendapat saya, tempat belajar karena yang di ajar anak-anak SMK jurusan akomodasi perhotelan Bo.. saya mengajar kewirausahaan dan layanan prima. Kalau yang diatas member pahala alhamdulilah he… he..

Saya ingat awal saya mengajar disekolah ini dikarenakan kakak saya meninggal dan hampir semua mata pelajaran beliau pegang kecuali matematika dan Bahasa Inggris. Beliau sendiri jurusan bidang studi Bahasa Indonesia. Begitu beliau tiada, kepala sekolahnya bingung dan sempat mengeluh yang kebetulan saya sedang berada disekolah, untuk mengembalikan buku-buku yang akan dipergunakan mengajar. Saya menawarkan diri mengajar disekolah tersebut, dan memang masih kuliah semester V di Universitas Indraprasta PGRI. Jurusan Pendidikan

Ekonomi yang nantinya bisa jadi guru karena sudah punya akta IV dengan gelar Spd. Dan samping itu memang dekat rumah, jadi saya tidak perlu naik kendaraan. Cukup jalan kaki.

Saya belum pernah mengajar kala itu, tapi saya yakin dengan pengalaman pernah bekerja di kantor, Sales Promo girl, dan leader di salah satu perusahaan asuransi jiwa serta jadi leader di beberapa MLM, bias jadi landasan, karena memang sudah terbiasa memotivasi, dimotivasi dan berhubungan orang-orang serta tak lupa menimba pelajaran dari guru senior. Walaupun setelah saya agak lama mengajar, saya sering tidak setuju dengan guru yang tidak bisa mengerti muridnya, walaupun kita dibayar seadanya bukan berarti kita bebas mempermainkan harga diri mereka. Tapi guru yang lainnya asik-asik aja tuh.

Saya mengajar hampir 3 tahun, dan saya dapat julukan “Guruku Nyentrik Sekali”. He.. he .. narsis nih guru…. Yang saya lakukan hanya mendengarkan mereka dan menganggap mereka bukan objek, memberi saran, diskusi. Dan karena rumah saya dekat sekolah sering kerumah, masak-masak, saya ajarin nari, buat mading . Memang menurut informasi, anak muridku adalah anak yang orangtuanya berpenghasilan pas-pasan, jadi pas mau makan-makan ada, pas mau keluar negri ada he.. he….. Saya bangga lo dapat julukan guruku nyetrik sekali. Tetep…

Ketika saya hamil tetap mengajar seperti biasa, begitu melahirkan saya sempat mengajar beberapa bulan hingga akhirnya berhenti, karena yang jagain anak tidak ada. Saya mengajukan pengunduran diri, akan tetapi kepala sekolah tidak menerima beliau mengatakan tidak usah berhenti, tapi Cuti mengajar sampai siap. Saya hanya mengangguk saja. Dan anak muridku tersayang merasa sedih saya juga sedih, tapi gimana ya… my baby need me. Maybe later I will comeback again.

Ketika ada yang mengasuh sikecil, saya dapat tawaran kerja perusahaan di asuransi jiwa, dan saya terima, karena memang kerinduan bekerja kembali sangat kuat. Saya kerja sempat 2 tahun lebih. Sempat jadi leader, dan memang kejar target, motivasi team pokoke sok sibuknya luar biasa. Tapi suami kurang setuju mengingatkan anak-anak dirumah sudah tiga dan tidak ada yang bimbing, ribut jadi makanan hampir tiap hari, gak ada deh yang namanya damai. Tadinya saya tetap egois,dan saya memang jadi bimbang kerja tidak konsentrasi sana-sini dimarahi, Stress juga deh. Saya berpikir panjang, merenung dan ambil keputusan keluar…

Dan sekarang my baby sudah berusia 3 tahun di bulan 02 February 2008 yang lalu. Keluargaku bahagia, dan saya bersyukur karena cepat menyadari kesalahan. Sekarang saya sedang belajar bersabar menghadapi anak-anak, ditambah lagi yang sulung sudah beranjak remaja. Begitu saya mendapat tawaran mengajar kembali, saya diskusikan dengan suami. Dan dia setuju karena tidak begitu menyita waktu. Jadi deh, sekarang aku Guru gitu lhoo. Walaupun mengajar masih kurang pengalaman saya diperebutkan jadi wali kelas looo. He.. he.. dasar anak-anak, memang ibu kue apa. Dibilang habis ibu asik pokoknya ibu enak deh… ( cerita and muji sendereee ). Gimana gak asik, disuruh mengerjakan soal-soal latihan, boleh mendengarkan musik. Wah masih banyaknya deh..

Sampai sekarang, kata orang saya adalah guru. Kata saya pelajar mengajar. Ya terserah apa kata orang. Yang pasti saya ya saya..

Mudah-mudahan mereka kelak menjadi orang yang berguna bagi nusa dan bangsa dan Agama, Tapi Sebenarnya kalau boleh jujur, aku ingin mereka menciptakan usaha sendiri, apa kek.