Hii,

tidak kreta, pesawat terbangpun jadiAku kemarin berkunjung ke kantor. Hari ini badanku capek, pegal  sekali. Pergi  kekantor dan pulangnya biasa desak-desakan di kreta Api ekonomi bo… .

Kadang napas aja dah susah, belum lagi suka ada pelecehan, copet, tapi sukanya suka ada pengamen lengkap jadi biasa lah kita heboh dengerin malah temen suka ada yang bercanda sambil bawa topi minta saweran,  dan yang satu joget, ampun deh lucunya.

Makanya aku suka ikut kreta balik dulu  sama teman-teman supaya dapat duduk. Dan kalau tidak ada kendala gak sampai satu jam dah sampai rumah. Kalau tidak ikut kreta balik ya cuma 15 menit, tapi tau sendiri desak-desakan berdirinya.

Habis kalau minta jemput doi, lama belum macet. mending naik kreta rame-rame, seru aja lagi… tapi yang gak tahan ya padatnya itu tapi cepat. sebenarnya kalau kreta api displin sesuai janji datang setiap 15 menit sekali, sebenarnya tidak akan terjadi apa-apa, tapi kelihatannya komunikasi diantara personnya juga kurang.

Habis kita sering nanya telat gak. Ada yang bilang nggak, ada yang bilang iya. Jadikan bingung. ya.. udah ambil resiko ikut balik dari pada padat, gak bisa duduk mending padat tapi duduk. Begitu deh kira kira ceritaku… nanti aku coba ambil photony si kreta. Biar klop. he he