Kekerasan dikalangan remaja kian merebak dan terorganisasi. Itulah tulisan yang saya baca di sebuah harian surat kabar Kompas hari Minggu tertanggal 11 November 2007 yang lalu. Itu terungkap setelah ada orang tua siswa melapor ke Kepolisia.
Kaget bercampur sedih, betapa tidak, anak saya sekolah di SMP 85 bersebelahan dengan SMA 34, dan tidak tertutup kemungkinan dia juga ingin masuk di SMA tersebut. Dan saya sendiri menilai SMA 34 cukup tertib dan teratur. Itu bisa dilihat sewaktu mereka mengadakan acara perpisahan tahun lalu.
Kekerasan itu terbongkar lewat penuturan Herry S Sirath, orang tua Fadhil.
Ini berita saya copy, kalau mau lihat selengkapnya di sini , terus disini .
Lima pelajar SMA Negeri 34 Pondoklabu, Jakarta Selatan, yang menjadi tersangka penganiayaan adik kelas akhirnya ditahan di Markas Kepolisian Sektor Limo, Jakarta Selatan. Alasan pemidahan kelima tersangka dari Polsek Cilandak karena ketersediaan unit penanganan khusus anak-anak remaja di Polsek Limo.
Kelima pelajar SMA Negeri 34 itu sebelumnya bertindak brutal dan kriminal menganiaya seorang adik kelas mereka, Muhammad Fadhil Harkaputra Sirath. Kasus penyiksaan oleh lima siswa senior kelas 12–kelas 3–terhadap seorang siswa kelas sepuluh–kelas satu–terungkap setelah orangtua korban mengadukan tindakan tersangka. Korban mengalami patah tulang lengan.
Penyiksaan anggota geng Gazper itu bahkan dilakukan dua kali dalam satu hari, masing-masing di lingkungan sekolah dan di sebuah lapangan seusai kegiatan sekolah. Penyiksaan dilakukan hanya gara-gara korban menolak menjadi anggota geng yang beranggotakan ratusan siswa senior SMA 34.
Pemaksaan berbuntut tindak penyiksaan itu menjadi ritual kriminal pelajar geng Gazper SMA 34. Fadhil bukan satu-satunya korban kebrutalan geng Gazper yang justru berada di dalam lingkungan sekolah. Puluhan siswa yunior SMA 34 diketahui juga ikut menjadi korban kriminal geng sepeda motor Gazper yang terus berulang setiap tahun.
Pihak SMA 34 selama ini seakan menutup mata atas insiden penyiksaan geng Gazper. Mereka memilih bungkam dan menutup diri dari wartawan. Pihak SMA 34 juga melarang para wartawan masuk ke halaman sekolah. Menurut satpam SMA 34, pihak sekolah meminta para pencari berita untuk menghubungi kepolisian.(DEN)
Kekerasan di kalangan remaja terulang lagi, bahkan semakin teroganisir.
Desember 30, 2007 at 3:38 pm
hmm,ga stuju kalo gazper34 melakukan pemaksaan kepada calon anggotanya.karena semua datang dari kemauan si anak.kalau tidak mau ya sudah.jadi tragedi sma 34 ini sangat disayangkan karena terlalu dibesarbesarkan.kalo masalah berantem yah cowo bukan?walau itu jg salah.tapi harus diingat,jakarta keras.tunjukan lelakimu.trimakasih
Ya informasinya memang begitu, mereka selalu mencari anggota baru. Ya itu dia, kebetulan anak yang diajak tidak bersedia justru di kerjai. Gentlementnya dimana. Silahkan nge-genk, tapi setidak-tidaknya tidak melukai atau memaksa orang lain. Karena bersaing itu merupakan proses pendewasaan saya kira.
Agustus 7, 2008 at 4:36 pm
tuh kn, ada lg yg gni2… emg dsr org indo tuh, bs brenti jd kampungan ga sih? malu taw ga ama org2 negara lain… bner deh, klo ga ada org2 kya lo2 yg suka bkin geng2 gni, indonesia udh 100% ga akan pnh maju.. sama sekali… gunanya sekolah apa???? mau kren tp ga bs…
Iya memang betul, kita masih suka menindas saudara sendiri. kalaupun kita mau benahi harus dimulai dari kita sebagai pendidik. disiplin tegas dan berani menegakkan kebenaran, jangan menutup mata. Memang tugas berat tapi bukankah sekolah itu UNGGULAN. Berarti mereka masuk SMA tersebut dengan berjuang keras ?????? !!!????. Maaf jika ada yang merasa tersinggung. Saya sebagai orang tua juga kecewa berat setelah memasukkan anak ke sekolah Negeri. Yang juga unggulan ????!!!??? saya tidak tahu unggulan apa.. Permohonan kami para orang tua ” Tolong Mengajar Pakai Hati “
November 1, 2008 at 10:55 am
wah sayang banget padahal kan 34 sma bagus…. lagian saya juga kemungkinan mau masuk sana…. jadi mikir dua kali deh
Iya caca, tapi mudah-mudahan setelah kejadian kemarin jadi pelajaran bagi yang lain. Agar jangan terulang untuk pemaksaan seperti itu. Jadi sepertinya tidak usah ragu ya …, salam kenal ya, terima kasih sudah mampir.